
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Palangkaraya genap berusia 9 tahun. Peringatannya pun tidak hanya digelar di hari ulang tahun saja, tetapi pihak panitia telah melaksanakan sejumlah kegiatan sejak Jum’at, 20 Mei 2016 hingga acara puncaknya Selasa, 24 Mei 2016.
Di setiap kegiatannya, STMIK Palangkaraya memang selalu fokus untuk mengajak seluruh mahasiswanya lebih aktif. Misalnya pada dua kegiatan yang secara tidak langsung menumbuhkan ilmu baru bagi mahasiswa. Adapun dua kegiatan tersebut yakni Seminar Budaya Lokal dan Workshop Laravel.
“Untuk seminar budaya lokal itu kita mengundang langsung dua narasumber yang berpengalaman, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Sabran Achmad dan Guru Besar Antropologi dan Dekan FISIPOL Universitas Palangka Raya (UPR), Prof Drs Kumpiady Widen MA Phd,” terang Ketua Panitia, Bapak Suparno, M.Kom.
Seminar tersebut berhasil menyedot perhatian mahasiswa. Apalagi tema yang diangkat berhubungan erat dengan kehidupan mereka, revolusi mental mahasiswa. Dijelaskan lebih lanjut, revolusi mental yang digaungkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo juga patut dilakukan oleh generasi penerus bangsa itu.
Terlebih saat ini banyak faktor yang membuat mental mahasiswa itu jadi tidak baik. Sebagai contohnya, tindakan korupsi yang dilakukan oleh beberapa tokoh yang dulunya aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Selain itu, dengan kesadaran untuk mengubah mental mahasiswa maka secara tidak langsung jauh dari pengaruh narkotika.
Sementara itu, kegiatan lain yang mengasah ilmu mahasiswa sekolah tersebut adalah gelaran workshop Laravel. Diutarakan Suparno, workshop itu memang ditujukan bagi pembelajaran mahasiswa tentang pemograman. Khusus di Palangka Raya sendiri hal itu menjadi sesuatu yang baru.
Tidak hanya dua kegiatan itu saja, STMIK Palangka Raya juga menggelar kegiatan lainnya yang juga tak kalah meriah. Masih menggunakan halaman kampus, ada gelaran lomba tarik tambang, tenis meja, karaoke, lomba memasak hingga pemilihan putra dan putri kampus.
“Kami juga mengundang peserta dari luar untuk mengikuti, di lomba fotografi, film pendek, dan lomba pembuatan game,” tambahnya lagi.
Tak lupa juga, disela-sela kemeriahan tersebut pihaknya masih melakukan kegiatan sosial. Gelaran dies natalis ini juga melakukan bakti sosial ke panti asuhan dan ada donor darah. “Malam puncaknya, Selasa (24/5), juga akan digelar di kampus ini dengan diisi berbagai acara,” tutupnya mengakhiri. Sumber: Kalteng Pos