Palangka Raya, 7 Oktober 2025 — Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Palangkaraya menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan di Kalimantan Tengah dengan turut berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris tingkat SMP se-Kabupaten Katingan.
Kegiatan MGMP Bahasa Inggris tersebut menggelar dua ajang kompetisi bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Katingan, yakni Vlog Competition yang penilaiannya dilaksanakan pada Minggu, 5 Oktober 2025, dan Presentation Competition yang digelar pada Senin, 6 Oktober 2025. Kedua kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berbahasa Inggris di kalangan pelajar sekaligus memperkuat identitas lokal melalui bahasa daerah.
Salah satu dosen STMIK Palangkaraya yang juga merupakan Ketua Program Studi Sistem Informasi, Norhayati, M.Pd, turut ambil bagian sebagai tim juri dalam kompetisi Presentation Competition. Keterlibatan akademisi dari STMIK Palangkaraya ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dengan para pendidik di tingkat sekolah menengah dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Norhayati menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik (public speaking) serta mengintegrasikan unsur budaya lokal. “Melalui kompetisi ini, kami berharap para siswa tidak hanya percaya diri berbahasa Inggris, tetapi juga bangga menggunakan bahasa daerah seperti Dayak Ngaju atau Dayak Katingan,” ujarnya.

Kegiatan MGMP ini mendapat sambutan positif dari para guru dan peserta. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi praktik baik antar guru Bahasa Inggris dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan kontekstual bagi siswa di wilayah Katingan.
Dukungan STMIK Palangkaraya terhadap kegiatan MGMP Bahasa Inggris ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan satuan pendidikan menengah dalam menciptakan ekosistem belajar yang inovatif dan berkarakter. Dengan demikian, upaya membangun generasi muda Kalimantan Tengah yang melek teknologi, cinta budaya, dan fasih berbahasa internasional dapat terwujud secara berkelanjutan.

[Sumber: Kontributor / NR]