STMIK PALANGKARAYA

Kuliah Beneran, Benar-Benar Kuliah

Program Studi Komputer
Pertama dan Terbaik
di Kalimantan Tengah

Terakreditasi B


Manajemen Informatika (D3)
Sistem Informasi (S1)
Teknik Informatika (S1)

Sosialisasi Penerapan SKPI bagi Mahasiswa STMIK Palangkaraya

Tingginya persaingan di dunia kerja mendorong semua institusi pendidikan tinggi untuk membekali lulusannya agar tidak tersingkir dalam berkompetisi mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu saat ini perguruan tinggi tidak hanya membekali lulusannya dengan ijazah saja namun saat lulus nanti, mereka juga akan mengantongi sertifikat profesi, demikian juga dengan STMIK Palangkaraya tidak mau ketinggalan dalam meluluskan mahasiswanya, lulusan STMIK Palangkaraya wajib memiliki sertifikat profesi yang sangat bermanfaat dalam mengikuti persaingan di dunia kerja. Untuk itu pada hari Sabtu tanggal 09 Maret 2019 STMIK Palangkaraya mengadakan kegiatan Sosialisasi Penerapan SKPI bagi Mahasiswa.

SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) sudah seharusnya diterapkan dan diberikan kepada lulusan semua perguruan tinggi tidak terkecuali STMIK Palangkaraya. Penerapan SKPI tersebut didasarkan pada ketentuan pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi.

Sertifikat profesi yang digunakan sebagai bukti bagi seseorang layak dinyatakan berkompeten dalam sebuah profesi atau bidang keahliannya pada perguruan tinggi diwujudkan dalam bentuk Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). STMIK Palangkaraya akan menerapkan pemberian SKPI bagi lulusannya mulai lulusan pada yudisium periode bulan Februari 2020, begitu yang disampaikan oleh Ketua STMIK Palangkaraya dalam acara sosialisasi yang dilaksanakan di Aula STMIK Palangkaraya dan dihadiri sebanyak 320 orang mahasiswa dari ketiga program studi yang ada yaitu program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi dan Manajemen Informatika.

Dalam penjelasannya, Ketua STMIK Palangkaraya juga menyampaikan pentingnya SKPI karena selain sebagai dokumen resmi yang dikeluarkan oleh institusi pendidikan tinggi namun juga menunjukan kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan dan sikap seorang lulusan sehingga lebih mudah dimengerti oleh pihak pengguna lulusan di luar negeri terlebih lagi pengguna lulusan di dalam negeri.

Selain itu dengan adanya penerapan SKPI diharapkan mahasiswa akan lebih serius dalam kuliah dan aktif dalam berbagai organisasi, karena pada umumnya mahasiswa yang aktif dalam organisasi baik intra maupun ekstra kampus selama kuliah biasanya mereka lebih lugas, tidak mudah menyerah dan kreatif dalam menyelesaikan tugas atau tantangan, kemampuan leadershipnya juga akan tertanam dalam kegiatan organisasi sehingga mereka jadi terbiasa bekerja dengan orang lain atau bekerja dalam team.

Dengan adanya SKPI diharapkan lulusan STMIK Palangkaraya memiliki kompetensi yang dapat diakui dipasar kerja, apalagi dunia industri dalam merekrut tenaga kerja tidak mau gambling dan tidak mau direpotkan dengan banyaknya tenaga kerja yang mendaftarkan diri dalam perekrutan tenaga kerjanya, pasti dunia industri akan memilih mereka yang memiliki kompetensi dibidangnya. Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Bapak Rizky Mahendra, M.M. dari Lembaga Sertifikasi Profesi Informatika Indonesia (LSP Infindo) yang sengaja diundang dalam kegiatan sosialiasi tersebut agar mahasiswa dapat lebih memahami dan terbuka wawasannya akan pentingnya pengakuan keahlian yang dimiliki oleh seseorang. Pengakuan seseorang terhadap kemampuan atau keahliannya menurut Ketua LSP Infindo hanya bisa diketahui keahliannya jika dapat dibuktikan, salah satunya adalah dengan diberikannya Sertifikat yang langsung dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) Republik Indonesia yang juga diakui oleh negara-negara lain di dunia ini.

Kemampuan berbahasa Inggris juga salah satu komponen yang akan dimasukan dalam SKPI yang diberikan STMIK Palangkaraya kepada lulusannya, karena itulah dalam sosialisasi penerapan SKPI tersebut STMIK Palangkaraya juga menggandeng Unti Pengembangan Bahasa IAIN Palangka Raya yang dalam kesempatan tersebut disampaikan oleh Bapak Citra Priska Abadi, S.S., M.Pd. Beliau juga menyampaikan bahwa dalam mendukung kompetensi utama lulusan STMIK Palangkaraya adalah kemampuan dalam berbahasa Inggris, mengingat kompetisi di pasar kerja tidak hanya didominasi oleh orang-orang dari Indonesia saja namun juga orang-orang dari negara-negara lain yang tentunya juga memiliki kemampuan lebih. Jika sertifikat kompetensi utama bidang informatika tersebut diakui oleh negara-negara lain, pasti pemegangnya juga dapat bekerja diluar negeri, disitulah kemampuan berbahasa Inggris seseorang akan dibuktikan, uji kompetensti yang diselenggarakan di Unit Pengembangan Bahasa IAIN Palangka Raya adalah TOEFL ITP (Test of English as a Foreign Language – Institutional Testing Program) yang mendapat linsensi internasional dari ETS (Educational Testing Service) sehingga kemampuan bahasa inggris seseorang yang telah mengantongi sertifikat TOEFL ITP juga diakui dunia.

Penerapan SKPI di STMIK Palangkaraya juga sudah didukung dengan pengembangan kurikulum berbasis KKNI yang telah diselenggarakan sejak tahun 2017 sehingga diharapkan tidak akan mengalami kesulitan lagi dalam penerapannya dan dengan adanya pengakuan kemampuan (kompetensi) lulusan yang dikemas dalam bentuk SKPI, STMIK Palangkaraya  yakin dapat meningkatkan waktu tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan pertama akan lebih singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 2 =

Copyright © All right reserved. | STMIK Palangkaraya | BHC