Palangka Raya 21 April 2026 — Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa dalam Rapat Dinas Pejabat Struktural dan Karyawan STMIK Palangkaraya yang digelar di ruang rapat lantai 1 pada Selasa (21/4). Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum koordinasi strategis, tetapi juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini yang berlangsung secara sederhana namun penuh makna.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua STMIK Palangkaraya, Ir. Hj. Siti Maryamah, M.M., didampingi oleh Wakil Ketua II, Dr. Maura Widyaningsih, S.Kom., M.Cs. Dalam arahannya, Ketua STMIK Palangkaraya menyoroti peluang strategis melalui Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta yang dikoordinasikan oleh Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti. Program tersebut memberikan bantuan peralatan penunjang proses pembelajaran guna meningkatkan kinerja perguruan tinggi swasta yang memenuhi kriteria dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Siti Maryamah menegaskan komitmen institusi untuk turut berpartisipasi dengan mengajukan proposal program. Ia menyampaikan bahwa STMIK Palangkaraya akan melibatkan program studi yang memenuhi persyaratan agar peluang ini dapat dimanfaatkan secara optimal demi peningkatan kualitas pembelajaran dan daya saing institusi.
Usai rapat dinas, kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Hari Kartini yang berlangsung khidmat. Ketua STMIK Palangkaraya membacakan riwayat singkat perjuangan R.A. Kartini sebagai refleksi atas semangat emansipasi dan dedikasi perempuan dalam dunia pendidikan.
Momentum tersebut semakin hidup dengan pembacaan puisi yang dibawakan oleh perwakilan dosen, Veny Cahya Hardita, M.Kom., serta perwakilan karyawan, Martha Frida Tambunan, S.Kom. Penampilan keduanya menghadirkan nuansa inspiratif yang menggugah semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap peran perempuan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa STMIK Palangkaraya tidak hanya fokus pada penguatan institusi, tetapi juga terus menanamkan nilai-nilai budaya dan perjuangan dalam setiap langkahnya. Sinergi antara profesionalisme dan penghormatan terhadap sejarah menjadi fondasi kuat dalam membangun masa depan yang lebih baik. [STMIK Palangkaraya/Humas/CE]





