Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Selasa (30/9/2025).

Kegiatan dibuka oleh Plt. Sekda Provinsi Kalteng, Ir. Leonard S. Ampung, M.M., M.T. yang mewakili Wakil Gubernur sekaligus Ketua TPPS Provinsi, H. Edy Pratowo. Acara ini dihadiri Bupati dan wakil Bupati sekalimantan tengah , unsur Forkopimda, DPRD, TP-PKK, Kaper BKKBN Kalteng Dr. Sunarto, SKM., M.Adm.KP., serta perwakilan TPPS Kabupaten/Kota se-Kalteng .


Peran Strategis Akademisi
STMIK Palangka Raya turut mengambil peran penting dalam kegiatan ini. Ibu Elok Faiqotul Himmah, S.Si., M.Sc., didampingi Bapak Rommi Kaestria,M.Kom dosen STMIK Palangka Raya hadir sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Publikasi Jurnal Hasil Penelitian Stunting: Permodelan Matematika Stunting dengan Pengaruh Intervensi Nutrisi”.

Materi ini menekankan pentingnya kontribusi penelitian akademik dalam mendukung kebijakan berbasis data untuk percepatan penurunan stunting. Pendekatan permodelan matematika dipaparkan sebagai salah satu cara untuk memahami dampak intervensi gizi dalam menekan angka stunting di Kalimantan Tengah
Sinergi Lintas Sektor
Dalam paparannya, Kaper BKKBN Kalteng Dr. Sunarto menjelaskan strategi percepatan penurunan stunting melalui lima program Quick Wins, antara lain:
- Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING)
- Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA)
- Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)
- Lansia Berdaya (SIDAYA)
- Super APPS Keluarga Indonesia

Ia juga menyampaikan bahwa target pendampingan Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kalteng mencapai 13.146 keluarga, dengan dukungan sekitar 6.573 Tim Pendamping Keluarga (TPK). Dengan demikian, rata-rata satu TPK mendampingi dua keluarga .

Kolaborasi untuk Percepatan
Plt. Sekda Kalteng Leonard S. Ampung dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. “Seluruh perangkat daerah dan lembaga yang tergabung dalam TPPS harus bersinergi dan berkolaborasi agar fokus pada target capaian prevalensi stunting,” ujarnya .

Hal senada disampaikan Dr. Sunarto yang menekankan bahwa percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan parsial, tetapi harus melalui akselerasi dan kolaborasi semua unsur, termasuk peran aktif akademisi seperti STMIK Palangka Raya .
Komitmen Bersama
Evaluasi TPPS ini diharapkan mampu menyatukan langkah TPPS Kabupaten/Kota se-Kalteng agar program-program yang dijalankan lebih sinkron, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Kehadiran STMIK Palangka Raya sebagai narasumber sekaligus mitra ilmiah menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat basis pengetahuan, riset, dan inovasi sebagai dukungan bagi kebijakan pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Kalimantan Tengah.
Sumber :
https://www.instagram.com/kominfo_katingan/p/DPOPSFaj1AZ/?img_index=3
https://www.instagram.com/p/DPOdllYCXyK/?img_index=1
https:/biroadpim.kalteng.go.id/2025/09/plt-sekda-kalteng-resmi-buka-rapat-evaluasi-tpps-kalteng/
https:/lenterakalimantan.com/2025/09/kalteng-bidik-penurunan-stunting-206-persen-tpps-dievaluasi/
https://infopublik.id/kategori/nusantara/940089/pemprov-kalteng-perkuat-koordinasi-lintas-sektor-untuk-tekan-angka-stunting-2025
https://www.borneonews.co.id/berita/437694-evaluasi-tpps-kalteng-tekankan-capaian-program-penurunan-stunting