Palangka Raya – Tim dosen dan mahasiswa STMIK Palangka Raya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Pengenalan dan Pemanfaatan Aplikasi Editing Video bagi para pegawai Penyuluh Agama Islam di Kota Palangka Raya, Sabtu (27/09/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penyuluh dalam memanfaatkan aplikasi editing video sebagai media dakwah dan edukasi.

Kegiatan ini melibatkan dosen STMIK Palangka Raya, yaitu:
- Ibu Arliyana, M.Kom.
- Ibu Elok Faiqotul H., S.Si, M.Sc.
- Bapak H. M. Erfan, S.Kom., M.E.
- Bapak Rommi Kaestria, M.Kom.
- Bapak Hafiz Riyadli, M.Kom.
Selain dosen, tiga mahasiswa juga turut berperan aktif dalam kegiatan ini, yaitu Revinadiya Pitaloka, Justin Daniel, dan Rikhuan Destin Prasetyo, yang mendampingi peserta dalam praktik langsung.

Materi yang diberikan berfokus pada penggunaan aplikasi CapCut versi desktop dan CapCut versi smartphone. Melalui dua platform ini, peserta dilatih untuk membuat konten video sederhana, mengedit tampilan, menambahkan teks, audio, serta transisi agar video lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat luas.

Ketua tim pelaksana, Ibu Arliyana, M.Kom., menyampaikan bahwa penguasaan keterampilan editing video sangat relevan dan membantu memaksimalkan dengan tugas penyuluh agama di era digital saat ini.

“Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan materi dakwah secara tatap muka, tetapi juga perlu menguasai media digital untuk memperluas jangkauan pesan. Dengan pelatihan ini, kami berharap mereka semakin kreatif dalam membuat konten penyuluhan,” ujarnya.
Sebanyak 20 penyuluh agama Islam dari Kota Palangka Raya mengikuti pelatihan ini dengan penuh antusias. Peserta terlihat aktif bertanya dan mencoba langsung fitur-fitur yang tersedia di CapCut. Mahasiswa yang mendampingi juga memberikan bimbingan teknis agar peserta lebih mudah memahami setiap langkah dalam proses editing.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu mereka dalam meningkatkan kinerja.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami lebih percaya diri untuk membuat video dakwah dan edukasi yang bisa dibagikan melalui media sosial, sehingga pesan penyuluhan lebih cepat sampai ke masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ini sejalan dengan program Kementerian Agama yang mendorong penyuluh agama Islam agar adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Pelatihan ini juga relevan dengan kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan Kemenag Kota Palangka Raya, yakni Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan yang diikuti oleh 20 penyuluh agama Islam (Sumber: Kemenag Kalteng).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan kolaborasi nyata antara dosen dan mahasiswa dalam mendukung peningkatan kompetensi penyuluh agama Islam. Ke depan, tim pelaksana berencana untuk menyelenggarakan pelatihan lanjutan dengan topik yang lebih spesifik, seperti pembuatan konten dakwah tematik, strategi distribusi digital, hingga manajemen media sosial.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para penyuluh agama Islam di Kota Palangka Raya semakin siap menghadapi tantangan dakwah di era digital, serta mampu menyajikan pesan-pesan agama dengan cara yang kreatif, inovatif, dan mudah diterima oleh masyarakat luas.