249 Peserta Ikuti Kuliah Dosen Tamu Pengantar Forensik Digital

Hari Kamis bertepatan tanggal 18 November 2021 Pukul 15.00-16.40 WIB, Bapak Abdul Hadi, S.T., M.Kom Dosen Prodi Teknik Informatika mengadakan Kuliah Dosen Tamu dengan Tema “Anti Forensik: Analisis Bukti Digital Pada Kasus Steganografi”. Mata kuliah Pengantar Forensik Digital yang ditempuh Mahasiswa semester III Prodi Teknik Informatika pada semester ganjil 2021-2022 tidak hanya memerlukan materi dari Dosen Pengampu mata kuliah pada jadwal kuliah yang berjalan. Perlunya Pemateri yang memang ahli dibidangnya sebagai bentuk kepedulian terhadap penyajian materi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman Mahasiswa untuk berdialog dengan pemateri yang berasal dari luar Perguruan Tinggi.

Secara khusus peserta terdiri dari Mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengantar Forensik Digital dengan jumlah tiga kelas, dan peserta umum dengan jumlah 249 peserta. Tujuan diadakannya kegiatan kuliah umum ini yaitu agar mahasiswa dapat memahami dan mempraktekkan mengenai cara analisis bukti digital pada kasus anti forensik berupa kasus steganografi sesuai prosedur yang ada di forensik digital. Acara dibuka oleh host Dieni Isa Lawineini Mahasiswi Prodi TI STMIK Palangkaraya. Acara dibuka langsung oleh Ketua STMIK Palangkaraya, beliau menyambut baik pelaksanaan Kuliah Dosen Tamu pada mata kuliah Pengantar Forensik Digital ini.

Moderator acara dibawakan oleh Bapak Abdul Hadi, S.T., M.Kom selaku dosen pengampu matakuliah pengantar digital forensik. Pemateri pada kuliah tamu yakni Peneliti forensik digital, Bapak Muh. Hajar Akbar, S.T., M.Kom Dosen Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara, Pemeteri juga mempublikasikan jurnalnya dengan judul “Analysis of Steganographic on Digital Evidence using General Computer Forensic Investigation Model Framework” pada jurnal International Journal of Advanced Computer Science and Applications (IJACSA) Vol. 11, No. 11, 2020 terindeks Scopus Q3.

Bapak Muh. Hajar Akbar S.T., M.Kom menjelaskan ada empat kriteria steganografi dikatakan bagus yaitu Imperceptible (Keberadaan pesan rahasia tidak dapat dipersepsi secara visual atau secara audial ), Fidelity (Kualitas cover-object tidak jauh berubah akibat penyisipan pesan rahasia), Recovery (Pesan yang disembunyikan harus dapat diekstraksi kembali), Capacity (Ukuran pesan yang disembunyikan sedapat sebesar mungkin).

Peserta sangat antusias memberikan pertanyaan kepada pemateri, diakhir sesi host memberikan waktu untuk sesi serah terima Sertifikat Pemateri yang diberikan simbolik oleh Ketua STMIK Palangkaraya Bapak Suparno, M.Kom.

Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan dan penguatan skill sesuai ranah yang tepat bagi mahasiswa, namun juga menambah wawasan Dosen STMIK Palangkaraya dan Audiens pada acara tersebut. Kegiatan ini didukung oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini mereka membentuk kepanitian kecil dari perwakilan kelas. Mereka adalah Andi Lafito dan Dieni Isa Lawineini perwakilan dari kelas 3A, Muhammad Vicky dan Della ananda perwakilan kelas 3B, Theophilus Gemilang dan Aria Azanra Nur Ramadhana perwakilan kelas 3C.[AH/ERF]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


33 + = 40