Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan adalah satu-satunya LLDIKTI yang pertamakali menginisiasi tentang penyelenggaraan TOT Pendidikan Anti Korupsi bagi dosen di perguruan tinggi wilayah Kalimantan, hal tersebut disampaikan oleh Bapak Masagung  Dewanto tim dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan TOT Pendidikan Anti Korupsi di Hotel Aquarius Palangkaraya tanggal 26 Juni 2019 lalu. Kegaitan TOT Pendidikan Anti Korupsi  bagi dosen perguruan tinggi merupakan rangkaian terakhir yang digelar pada empat wilayah provinsi di bawah naungan LLDIKTI Wilayah XI setelah dilaksanakan di Balikpapan, Banjarmasin dan Pontianak.

Kegaitan ini diikuti oleh sebanyak 42 (empat puluh dua) dosen sebagai pesertanya  yang berasal dari 22 (dua puluh dua) perguruan tinggi di Kalimantan Tengah, kegiatan dibuka oleh Sekretaris LLDIKTI Wilayah XI, Bapak Dr. Muhammad Akbar, M.Si. yang dalam sambutannya Beliau menyampaikan bahwa salah satu cara pemberantasan korupsi adalah melalui pendidikan tinggi atau jalur akademik.

Lebih lanjut Sekretaris LLDIKTI Wilayah XI menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal kita sebelum adanya peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang akan mewajibkan Pendidikan Anti Korupsi menjadi matakuliah pada perguruan tinggi. Pendidikan Anti Korupsi yang akan diimplementasikan pada pendidikan tinggi merupakan salah satu cara pemerintah untuk pemberantasan korupsi. Pak Akbar (sapaan akrab Sekretaris LLDIKTI Wilayah XI) juga menyampaikan bahwa pada beberapa mata kuliah yang telah diajarkan pada mata kuliah di perguruan tinggi selama ini sebenarnya sudah tersirat nilai nilai yang mendukung pendidikan anti korupsi.

“Pada Mata kuliah tertentu sebenarnya sudah tersirat nilai yang mengajarkan pendidikan antikorupsi, misalnya mata kuliah  yang mengandung nilai integritas. Hari ini kita akan belajar secara teknis kepada Narasumber bagaimana menyusun materi secara sistematis yang akan dimasukkan pada kurikulum agar implementasi Pendidikan A nti Korupsi akan terlaksana pada PT masing-masing,” terang Dr. Muhammad Akbar, M.Si.

Mengakhiri sambutannya Pak Akbar memberikan motivasi kepada semua peserta bahwa “ini adalah kesempatan baik Bapak Ibu untuk mendalami bagaimana implementasi Pendidikan Anti Korupsi, saya harapkan acara ini diikuti dengan baik sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam hal pencegahan korupsi di negara yang kita cintai ini”.

Peran penting pendidikan tinggi dan urgensi pendidikan anti korupsi di pendidikan tinggi dalam pemberantasan korupsi disampaikan dengan lugas dan penuh motivasi oleh Bapak Masagung Dewanto salah satu Tim dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Tak lupa juga beliau mengajak semua peserta untuk mengetahui dan memaknai sebab-sebab timbulnya tindakan korupsi dengan arahan-arahan yang harus diikuti dengan gerakan fisik semua peserta sehingga peserta merasa lebih nyaman dalam mengikuti kegiatan TOT ini.

Materi lainnya dipaparkan secara jelas dan lugas oleh Narasumber KPK, Bapak Yusuf Kurniadi, seorang Dosen Universitas Paramadina. Beliau memaparkan bagaimana implementasi dan penerapan pendidikan anti korupsi pada mata kuliah mandiri, struktur perkuliahan, penyusunan RPP, serta menyusun rencana aksi pada masing-masing PTS.

Dalam pemaparannya Yusuf Kurniadi menegaskan bahwa Pendidikan Antikorupsi merupakan mata kuliah yang serius. “Ini bukan mata kuliah sembarangan, kalau mata kuliah ini diajarkan Bapak Ibu harus siap berubah. Baik diri sendiri maupun institusinya” tegas Yusuf Kurniadi dalam paparan materinya.

STMIK Palangkaraya sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah XI juga berperan aktif dengan menugaskan dua orang dosennya sebagai peserta dalam kegiatan TOT Pendidikan Anti Korupsi tersebut, mereka adalah Bapak Drs. Heri Purwanto, M.Pd. dan Bapak Suparno, M.Kom. Dari hasil TOT tersebut mereka berdua menyampaikan dalam laporan kegiatan yang diserahkan kepada institusi bahwa Pendidikan anti korupsi ini harus diimplementasikan atau diterapkan sebagai matakuliah mandiri seperti halnya matakuliah wajib yang lainnya sebagai matakuliah yang serius, karena dalam matakuliah ini akan dapat mengubah pola pikir yang ada saat ini sehingga tidak hanya mahasiswanya saja harus mengubah pola pikir tersebut tetapi dosen yang mengajarkannya juga harus siap dan harus berani berubah, terlebih lagi dengan institusinya sebagai lembaga penyelenggara pendidikan tinggi juga harus siap dan berani berubah.

Oleh karena itu semua perguruan tinggi dianjurkan untuk sesegeranya memberikan pendidikan anti korupsi kepada mahasiswanya yang sudah harus dimulai pada semester gasal tahun akademik 2019/2020 yang akan dimulai pada bulan Juli 2019 ini. Bagi perguruan tinggi yang sudah melaksanakan dan memiliki matakuliah pendidikan anti korupsi secara mandiri diminta untuk terus melaksanakannnya, sedangan bagi perguruan tinggi yang belum dianjurkan untuk memberikan materi pendidikan anti korupsi melalui cara insersi pada matakuliah yang mengajarkan integritas.

Peserta kegiatan ini juga mendapatkan materi yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan matakuliah pendidikan anti korupsi di masing-masing perguruan tinggi langsung dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK berupa Buku Digital yang dapat diperolah melalui link yang disedikan oleh LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan berikut di tautan Materi Pendidikan Anti Korupsi dan link yang disediakan oleh KPK Republik Indonesia pada link INI .

Berikut adalah cuplikan sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah XI pada kegiatan TOT Pendidikan Anti Korupsi di Banjarmasin

Berikut adalah cuplikan kegiatan TOT Pendidikan Anti Korupsi yang dilaksanakan di Hotel Aquarius Palangkaraya pada tanggal 26 Juni 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

79 − 77 =